BNNP Babel Yakini di Babel Belum Ditemukan Kasus Obat PCC

0
69
Contoh Obat PCC

BNNP Babel Yakini di Babel Belum Ditemukan Kasus Obat PCC

Pangkalpinang—Laporan wartawan Bangka Pos,Ryan A Prakasa, Jumat, 22 September 2017, Sejak terkuaknya kasus obat Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol atau disingkat PCC hingga menyebabkan sejumlah pelajar di daerah Kendari, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban, kasus itu pun kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di daerah termasuk pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel).

Menyikapi kasus di Kendari, pihak BNNP Babel saat ini rutin melakukan kegiatan sosialisasi ke sejumlah sekolah di wilayah pulau Bangka.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya tindak pencegahan oleh pihak BNNP Babel terhadap penyalahgunaan narkoba maupun sejenisnya termasuk sosialisasi tentang bahayanya penyalahgunaan obat jenis PCC kepada para pelajar.

obat terlarang jenis PCC (Facebook/TMC Polda Metro Jaya)

“Seperti hari ini saja kita sempat melakukan sosialisasi di salah satu Taman Kanak-Kanak di Desa Batu Belubang. Termasuk rencananya minggu depan kita dari BNNP Babel juga akan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah lainya tingkat SMA di wilayah Kota Pangkalpinang ini,” kata Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Nanang Hadianto yang disampaikan oleh Kabid Pencegahan, Eka Agustina, Jumat (22/9/2017) di ruang kerjanya.

Eka menjelaskan jika obat jenis PCC sesungguhnya tak lain merupakan keras yang kegunaannya untuk penyakit jantung.

Maraknya kasus penyalahgunaan obat-obatan yang mengandung karisopodol seperti pada kasus pil PCC di Kendari menurutnya bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tetapi juga dilakukan oleh anak-anak yang belum cukup umur.

“Salah satu faktor penyebabnya yakni tingginya penggunaan obat yang mengandung karisopodol adalah kemudahan dakam mendapatkan obat jenis tersebut (PCC–red) dan lagi harganya lebih terjangkau,” katanya.

Namun sayangnya menurut ia kemudahan mendapatkan obat tersebut tidak disertai dengan pengetahuan mengenai efek berbahaya yang ditimbulkan obat tersebut.

“Padahal pil PCC ini sesungguhnya termasuk obat keras yang tidak diperjualbelikan secara bebas namun haruslah menggunakan resep dokter,” terangnya.

Meski begitu ia sendiri meyakinkan jika di Babel saat ini pihaknya belumlah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penyalahgunaan obat jenis PCC termasuk apotek-apotek yang menjual obat jenis PCC.

Namun ia sendiri menghimbau khususnya kepada para orang tua siswa agar senantiasa mawas terhadap anak asuhnya.

“Hal ini bertujuan agar anak asuh itu terhindar dari penyalahgunaan narkoba maupun obat jenis PCC yang sangat membahayakan bagi yang mengkonsumsi tanpa ada resep dokter,” tegasnya.

Sebelumnya, H Muhtani SH MKes selaku Kabid Umum sekaligus Humas BNNP Babel pun mengungkapkan hal serupa terkait penyalahgunaan obat jenis PCC tersebut.

Oleh karenanya tak cuma pihak BNN saja yang bertanggung jawab dalam penanganan kasus narkoba, sebaliknya peran media massa pun sangat penting dalam bersinergi dengan pihak BNN.

Hal itu ditegaskannya tak lain dalam upaya sebagai bentuk tindak pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Hal itu sesuai dengan program BNN yakni Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau disebut P4GN,” kata Muhtani ditemui di gedung BNNP Babel.

Tak cuma itu, saat ini pun pihaknya sedang berupaya membentuk jejaring khususnya dalam misi upaya tindak pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika khususnya di Babel diantaranya menjalin kemitraan dengan pihak sejumlah media massa (cetak/online maupun elektronik).

“Peran media sangat penting seperti dalam hal memberikan sosialisasi tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba kepada publik,” terangnya.

Selain itu pula sebagai upaya penyampaian informasi untuk kepentingan publik, pihaknya pun saat ini justru telah membuat website khusus yakni www.sinfo.go.id.

“Website itu khusus dibuat oleh BNNP Babel. Di dalam situs itu (www.sinfo.go.id–red) https://sinfo-bnn.tk edit BNNP) berisi konten-konten seputar informasi tentang edukasi penyalahgunaan narkotika dan kegiatan tim BNN di daerah Babel termasuk di dalam situ itu pun terdapat bagian informasi pengaduan masyarakat tentang kejahatan narkoba,” jelasnya.

Hanya saja situs khusus tersebut untuk sementara belum dapat diakses oleh kalangan umum atau publik lantaran pihaknya saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan launching.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan segera launching situs itu dan sinfo itu singkatan dari singkap informasi,” katanya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here